Senin, 29 Februari 2016

TUGAS MATA KULIAH STUDI FEMINISME

Feminisme Di Dalam Perusahaan Konveksi ABA COLLECTION TULUNGAGUNG
Di ajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Studi Feminisme
Dosen pengampu
Zulfatu Ni’mah, M.Hum





Oleh:
Muhammad Robet Husaini
Semester VI
FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH
JURUSAN FILSAFAT AGAMA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG
2016 

  

Aba Collection adalah salah satu perusahaan konveksi terbesar di kota Tulungagung. Berlokasi di Desa Mangunsari, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Pemimpin perusahaan konveksi ini bernama H. Muhammad Syamsul,S.Pd. Di perusahaan konveksi ini memiliki pekerja sekitar ±170 orang dimana yang 65 orang berstatus santri dan mahasiswa. Karena pemimpin perusahaan ini juga mendirikan tempat belajar dengan nama Pondok Kerja ABA. Di pondok ini para santri diajari tata cara berwirausaha dan kajian kitab-kitab agama islam. Pondok ini mempunyai visi dan misi yaitu "Membentuk insan qurani dan berwirausaha". Perusahaan ini saya jadikan tempat penelitian karena saya termasuk pekerja dan pelajar disini.

Berikut adalah hasil penelitian saya di perusahaan konveksi ABA COLLECTION :
NO
PROFESI
PRIA
WANITA
KETERANGAN
1
Pemimpin perusahaan
X

Dia bernama H. Muhammad Syamsul juga sebagai pengasuh pondok kerja ABA.
2
Sekretaris dan akuntan

X
Dia adalah istri pemimpin perusahaan
3
Penerima pesanan

X
Satu orang
4
Potong
X

Semua pekerja bagian ini pria
5
Sablon
X

Semua pekerja bagian ini pria
6
Desain gambar sablon dan bordir
X
X
Bagian ini ada tiga orang, dua orang pria dan satu wanita
7
Jahit

X
Semua bagian ini adalah wanita
8
Obras
X
X
Bagian ini 85% adalah pria dan sisanya wanita
9
Mandor jahit obras

X
Bagian ini ada dua orang semuanya wanita
10
Pres gambar
X
 X
Bagian ini semuanya pria
11
Sopir
X

Satu orang pria
12
Bordir
 X
X
Dua orang wanita
13
Packing
X
X
85% wanita sisanya pria
14
Tukang masak

X
Ada tiga orang wanita

Analisis feminis:

 Feminisme (tokohnya disebut Feminis) adalah sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hakdengan pria. Feminisme berasal dari bahasa Latin, femina atau perempuan. Istilah ini mulai digunakan pada tahun 1890-an, mengacu pada teori kesetaraan laki-laki dan perempuan serta pergerakan untuk memperoleh hak-hak perempuan. Sekarang ini kepustakaan internasional mendefinisikannya sebagai pembedaan terhadap hak hak perempuan yang didasarkan pada kesetaraan perempuan dan laki laki.(WIKIPEDIA BAHASA INDONESIA, ENSIKLOPEDI BEBAS)
Dari gambaran tabel di atas saya menyimpukan bahwa semua pegawai baik itu pria ataupun wanita setara dalam pembagian kerja, tidak memandang gender, semua diberi tugas yang sama. adapun pemimpin perusahaan adalah seorang pria, itu adalah suatu kewajaran, karena yang mendirikan perusahaan ini adalah dia.