Artikel Pendek Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Studi
Feminisme
Matrilinial di Minangkabau
Di Indonesia tepatnya provinsi Sumatra Barat ternyata ada suku
bangsa yang menganut sistem matriarki. Sistem matriarki adalah suatu sistem
yang menjadikan perempuan sebagai pemimpin, baik itu di dalam suatu kelompok,
masyarakat, ataupun keluarga. Disini
wanita memiliki derajat yang tinggi dan pengaruhnya yang sangat besar dan ini
ada di Indonesia. Suku Minangkabau
adalah salah satu suku di Indonesia yang menggunakan sistem matrilineal baik
dalam hal pernikahan, persukuan, warisan, dan lain sebagainya. adat dan budaya
disana memberlakukan sosok perempuan sebagai pewaris harta pusaka dan
kekerabatan.
Matrilinial adalah suatu adat dalam masyarakat yang mengatur
masyarakat dari pihak perempuan yitu ibu. Matrilinial berasal dari bahasa latin
yaitu dari kata mater yang artinya ibu dan linia yang artinya
garis. Jadi metrilinial adalah mengikuti garis keturunan yang diambil dari
pihak ibu. kata matrilinial kerap kali disamakan dengan kata matriarkat atau
matriarkhi. Matriliarkhat sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu mater
yang artinya ibu, dan archein yang artinya memerintah. Jadi matriarkhi
adalah kekuasaan dipegang oleh perempuan atau ibu.[1]
Jika dilihat menggunakan kacamata salah satu aliran dalam feminisme
yaitu feminisme radikal bahwasanya keberadaan sistem matriarki yang ada di
minangkabau ini menunjukkan bahwa perempuan terbukti mampu menjadi pemimpin
seperti halya laki-laki memimpin. Feminisme radikal meyakini bahwasanya
pengertian paling mendalam mengenai keadaan perempuan telah dibentuk dan
diselewengkan oleh laki-laki. Para feminisme radikal meinginkan suatu pemahamn yang
baru mengenai apa artinya menjadi perempuan, dan suatu cara yang sama sekali
baru untuk hidup bagi perempuan didalam
dinia kita.[2]
Feminisme radikal ingin membuktikan bahwasanya perempuan juga mampu melakukan
seperti apa yang dilakukan oleh laki-laki. Ada juga yang mengatakan bahwa para
kaum feminisme radikal mampu hidup tanpa laki-laki.
Semua orang pasti setuju dengan kata kata keadilan, kesetaraan,
sederajat. Semua punya hak yang sama, baik itu hak dalam berpendapat, hak untuk
vote, hak dalam berpolitik, hak pendidikan dan lain sebagainya. Bagiamanapun
juga manusia adalah hewan biologis. Kondisi biologis inilah yang menentukan
kelangsungan hidup manusia. Manusia dari dulu sampai sekarang hidup dengan
sitem patriarki dan itu tak ada problem apa-apa. Sistem patriarki inilah yang
membuat manusia bertahan hidup sampai sekarang. Pasti ada alasan lain kenapa
sitem patriarki lebih banyak digunakan dari pada matriarki.
Adanya Feminisme radikal meyebabkan terhambatnya kelangsungan hidup
manusia, populasi manusia akan menurun. Bagaimana tidak, para feminisme radikal
lebih memilih hubungan lesbian dari pada hubungan normal, lantas bagamana
dengan populasi manusia nantinya. Jika para feminisme radikal menggunakan jasa
bank sperma untuk mempunyai keturunan, itupun akan bermasalah. Bayangkan saja
seandinya ada seratu wanita yang ingin mempunyai keturunan dengan cara
mengambil sperma di bank, dimana seratus wanita itu menggunakan sperma yang
sama (sperma laki-laki yang sama), kemudian lahirlah seratus anak dengan bapak
yang sama, kemudian anak itu tumbuh dewasa, dan dari seratus anak ada yang
jatuh cinta kemudian menikah dan mempunyai anak. Dimana akibat dari pernikahan
sedarah, Kesehatan Anak pasti akan
bermasalah. Penelitian-penelitian secara populasional menunjukkan bahwa anak
hasil dari perkawinan sedarah akan memiliki resiko yang besar menderita
penyakit genetik tertentu.
Coba bayangkan Seandainya sistem matriarki ini berlaku diseluruh
dunia pasti kaum laki-laki juga akan menuntut hak kesetaraan gender seperti apa
yang di lakukan para feminis sekarang. Jadi sama saja antara hidup dengan sitem
patriarki ataupun matriarki, sama-sama bermasalah. Lantas seharusnya sistem
yang bagaimana yang baik untuk kehidupan manusia.???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar