Kehidupan Perempuan yang teropresi
Dia adalah
seorang wanita berumur empat puluh tahun +, mempunyai dua anak, laki-laki semua. Anak
yang pertama sekarang berumur dua puluh satu tahun. Anak yang kedua sekarang
kelas 9 (duduk di bangku SMP). Anak pertama
sekarang sudah meninggal dunia. Dia meninggal dunia karena mengalami kecelakaan
ketika ada kegiatan praktek bongkar pasang mesin mobil di salah satu SMK di
kabupaten Tulungagung. Singkat cerita ketika kegiatan praktek bongkar pasang mesin anak itu tertimpa
mesin mobil yang sangat berat, tepatnya
dibagian dada dan perut. Ketika itu dia masih duduk di kelas dua SMK. Dari waktu ini lah dia (wanita yang menurut
saya mengalami opresi) sebut saja namanya
CINTA mengalami beban mental karena telah ditinggal anak kesanganya yang
sangat masih muda. Anak ini mempunyai prestasi yang baik sebagai pemain sepak bola terbaik di
desanya, tidak hanya itu dia juga mewakili kota Tulungagung dalam kompetisi sepak bola junior di seluruh
kota yang ada dijawa timur.
CINTA
sebagai seorang ibu merasa terpukul dan sangat sedih setelah ditinggal anak
tercintanya. Suami CINTA pun juga mengalam hal yang sama. Tidak hanya itu,
semenjak ditinggal anaknya suami cinta mengalami stress berat. Dia tidak
semangat lagi menjalani kehidupan ini. Suami CINTA watakya menjadi Kasar, dan suka bermalas-malasan dalam menjalani
hidup. CINTA pun merasa teropresi karena
suaminya tidak seperti yang dulu lagi. Suaminya sekarang tidak mau kerja,
akibatnya CINTA yang bekerja untuk membiyayai kehidupan dan menyekolahkan
anaknya yang sekarang masih di SMP. Tiap harinya CINTA sering bertengkar dengan
suaminya . sang suami mencari uang untuk dirinya sendiri, dan CINTApun mencari
uang juga untuk dirinya sendiri. CINTA sekarang bekerja sebagai tukang bordir
dan obras. Suaminya CINTA ini ketika bertengkar tidak pernah berlaku kasar
seperti memukul dan lain sebagainya, hanya saja perataan-pekataanya yang sering
kali kasar dan menyakiti hati si CINTA. Dengan
cara betengakar inilah CINTA melakukan perlawanan.
Sekian lama
berlangsung keadaan mulai berubah. Sang suami tidak lagi kasar, dan mengajak
bertengkar. CINTA pun juga sudah berubah menjadi baik lagi sikapnya kepada
suami. Sekarang CINTA pun ketika berangkat kerja diantar dan di jemput oleh
sang suami. Kehidupan suami istri yang
dulu setiap harinya dihiasi dengan pertengkaran sekarang menjadi harmonis
kembali. Dalam kehidupan CINTA ini jika
dilihat dari kacamata feminnisme radikal
bahwasanya sang istri juga mampu membukitkan bekerja mencari uang sendiri dan membiyayai
anaknya untuk sekolah. Mampu menjalani
hidup meskipun sang suami ditak perduli lagi dengannya. Seperti yang Horney katakan
bahwa perempuan yang berperan sebagai penggerak dan pengguncang adalah mereka
yang berjuang untuk keseinbangan diantara tiga karakter penarik, yakni penarik
yang tidak menonjolkan diri, penarik memendam diri dan penarik yang ekspansif. Dalam
pendangan Horney, perempuan sebagai diri yng ideal pun digambarkan sebagai
perempuan yang didalam dirinya mencakngkup sifat-sifat mskulin dan feminin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar